Ini Penjelasan UAH Cara Mandi Besar yang Benar dan Sah Sesuai Anjuran Para Ulama


Bagikan

Visual Jambi. - Mensucikan diri merupakan kewajiban setiap umat manusia baik dari hadats kecil maupun hadats besar.

Menyucikan diri dari hadats kecil dapat dilakukan dengan cara berwudhu sesuai ajaran Islam

Sedangkan untuk hadats besar dilakukan dengan cara mandi besar atau mandi junub

Adapun mandi junub bisa dikatakan sah apabila sudah memenuhi tata cara serta doa yang benar

Oleh sebab itu, pelajaran dasar di dalam Islam adalam mengenai thaharah atau bersuci.

Ustadz Adi Hidayat (UAH) pernah menjelaskan terkait tata cara mandi junub ini dalam sebuah kesempatan dakwah.

Seperti dilansir Portal Jember dari YouTube SUAS Video yang diunggah 9 Desember 2019 lalu, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan tatacara mandi besar ini berdasarkan pengalaman yang dilakukan Nabi Muhammad SAW.

Pertama, berdasarkan hadits yang diriwayatkan Aisyah RA ia berkata;

“Bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dari janabah maka beliau mulai dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhunya untuk shalat, kemudian memasukkan jari-jarinya kedalam air kemudian menyela dasar-dasar rambutnya, sampai beliau menyangka air sampai kedasar rambutnya kemudian menyiram kepalanya dengan kedua tangannya sebanyak tiga kali kemudian beliau menyiram seluruh tubuhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua, hadits dari salah satu istri Rasulullah Maimunah binti Al-Harits RA ia berkata;

“Saya menyiapkan air bagi Rasulullah SAW. Kemudian beliau menuangkan air tersebut dengan tangan kanannya di atas tangan kirinya sebanyak dua kali – atau tiga kali, kemudian beliau cuci kemaluannya, lalu menggosokkan tangannya di tanah atau di tembok sebanyak dua kali – atau tiga kali. Selanjutnya, beliau berkumur-kumur dan ber-istinsyaq (menghirup air), kemudian beliau cuci mukanya dan dua tangannya sampai siku. Kemudian beliau siram kepalanya lalu seluruh tubuhnya. Kemudian beliau mengambil posisi/tempat, bergeser, lalu mencuci kedua kakinya. Kemudian saya memberikan kepadanya kain (semacam handuk, pen.) tetapi beliau tidak menginginkannya, lalu beliau menyeka air (di tubuhnya) dengan menggunakan kedua tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Menurut keteranganUstadz Adi Hidayat, waktu itu maimunah rambutnya di kepang kemudian bertanya kepada Rasulullah apakah kepang rambutnya perlu dibuka.

Kemudian Rasulullah menjawab, tidak perlu dibuka, langsung dibasahi saja seluruhnya.

“Kemudian para ulama menggabungkan kedua hadis ini dan dibuatlah tata cara atau susunan yang lengkap,” terangnya.

Berikut tata cara lengkap mandi junub atau mandi besar. 

1. Mencuci kedua tangan

2. Mencuci kemaluan dengan tangan kiri

3. Setelah mencuci kemaluan basuh tangan dengan sabun

4. Mengusap rambut dengan air ke sela-sela rambut hingga rata basahnya kepala

5. Berwudhu seperti wudhu hendak sholat hingga membasuh kaki

6. Mandi, menggguyur keseluruhan badan mulai kepala hingga ujung kaki

“Jika keseluruhan cara terebut sudah di laksanakan maka setelah mandi junub tidak perlu wudhu lagi.” tandasUstadz Adi Hidayat.

Sumber : PortalJember

Artikel Terkait


Komentar Pembaca Berita Ini Penjelasan UAH Cara Mandi Besar yang Benar dan Sah Sesuai Anjuran Para Ulama

Berikan Komentar Anda


Berkomentarlah dengan bijaksana dan dapat di bertanggung jawabkan. Komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE