Dugaan Korupsi Kasus LPJU, Kejari Panggil 10 Pejabat Perkim Tanjabbar.


Bagikan

   Dugaan Korupsi Kasus LPJU, Kejari Panggil 10 Pejabat Perkim Tanjabbar.

 

Visual Jambi, Tanjung Jabung Barat. -Kasus Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) Tahun 2019 lalu di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, saat ini terus bergulir diranah Kejaksaan negeri Tanjung Jabung Barat.

 

Kejaksaan Negeri Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih terus melakukan pemeriksaan berkas terkait dugaan korupsi dalam Pengadaan LPJU tersebut.

 

Kasipidsus Kejari Tanjung Jabung Barat, Hery Susanto menyebutkan, bahwa kasus tersebut merupakan laporan dari masyarakat yang masuk ke Kejaksaan. Pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap 10 orang yang berkaitan dengan kasus dugaan korupsi tersebut. 

 

"Pada pokoknya benar ada laporan sudah kita tindaklanjuti pemberkasannya. Sekarang kita masih pelajari dokumen, dan dokumen itu masih belum lengkap. Jadi masih full data lah," Ungkapnya.

 

Untuk diketahui bahwa Informasi yang diterima, proyek LPJU di Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2019 ini, menggunakan Anggaran sebesar Rp 9 miliar. Dalam pelaksanaannya tersebut diduga terdapat penyimpangan.

 

10 orang yang telah di panggil oleh pihak Kejaksaan memunculkan beberapa nama termasuk plt Kepala Dinas Perkim, Cipto Hamunangan Siregar serta Kepala Bidang Kawasan Permukiman yang disebut-sebut telah dipanggil dan dimintai keterangan. 

 

"Perkembangan masih pemangilan, intinya masih full data, nanti kalau ada perkembangan kami kabari," Kata Kasipidsus.

 

Sementara itu ditempat terpisah, Plt Kepala Dinas Perkim, Cipto Hamunangan Siregar enggan ditemui oleh sejumlah awak media untuk di konfirmasi soal kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kamis (17/6/2020). 

 

Melalui salah satu staf yang ada di Dinas tersebut menyampaikan bahwa Cipto sedang melakukan rapat di dalam ruangannya. 

 

"Lagi rapat bang," sebut seorang stafnya

 

Namun, hingga satu jam kemudian tidak ada pemberitahuan untuk bisa tidaknya awak media bertemu dengannya. Sementara, saat salah satu awak media mencoba membuka pintu ruang kerjanya, kedapatan hanya ada Cipto dan satu orang rekannya yang diketahui bernama Junaidi yang merupakan PPTK nya dinas perkim. 

 

Namun, tanpa mengucapkan sepatah katapun, hanya melambaikan tangan mengartikan bahwa awak media belum diizinkan masuk. PPTK sendiri mempunyai tugas untuk mengendalikan pelaksanaan kegiatan, melaporkan perkembangan pelaksanaan kegiatan serta menyiapkan dokumen anggaran atas beban pengeluaran pelaksanaan kegiatan.

 

Setelah lebih kurang dua jam awak media menunggu, salah satu pegawai lainnya saat diminta untuk menanyakan bisa tidak untuk bertemu kadis untuk meminta konfirmasi, menyebutkan bahwa tidak bisa bertemu. 

 

"Sudah saya tanya bang, katanya tidak bisa bertemu bang, masih rapat. Masih ada yang mau di bicarakan lagi katanya bang," Ucapnya.

 (Bain)  

Artikel Terkait


Komentar Pembaca Berita    Dugaan Korupsi Kasus LPJU, Kejari Panggil 10 Pejabat Perkim Tanjabbar.

Berikan Komentar Anda


Berkomentarlah dengan bijaksana dan dapat di bertanggung jawabkan. Komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE