Aksi Menolak UU Omnibuslaw Cipta Kerja, ''BEM Fakultas Hukum UNBARI Mengecam Keras Tindakan Refresif Aparat.''


Bagikan

Visual Jambi, Kota Jambi.-Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Batanghari mengecam keras dan meminta Kapolda Jambi bertanggung jawab atas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pihak kepolisian saat aksi Mahasiswa menolak Undang-undang Omnibuslaw Cipta Kerja dan refleksi satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf amin di depan Gedung DPRD Provinsi Jambi. (20/10/2020)

 

Ferdiono, selaku Gubernur BEM Fakultas Hukum Universitas Batanghari mengatakan ''pihak kepolisian terlalu jauh menggunakan tindakan represif sampai melakukan pemukulan kepada para mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasinya dirumah Rakyat tersebut,'' Sebutnya

 

Lain itu, Ia (Ferdiono-Red) menyampaikan ''Tindakan represif secara brutal yang dilakukan pihak aparat kepolisian terhadap aksi mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya merupakan pelanggaran HAM dan menciderai Demokrasi dan kebebasan berpendapat yang dilindungi oleh Konstitusi.

 

Kita melihat ada mahasiswa yang dipukuli pada saat aksi tersebut dan bahkan ada yang mengalami luka akibat dari tindakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

 

ini jelas sudah melanggar SOP dan Undang-Undang (UU) Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

 

Maka dari itu kita juga meminta Kapolri, Kompolnas dan Ombudsam RI untuk turun dan menyelidiki terhadap tindakan kekerasan yang dilakukan Polisi Kepada Mahasiswa yang melakukan Aksi.'' Ujarnya

Pewarta : Fahri

Editor     : Red

Artikel Terkait


Komentar Pembaca Berita Aksi Menolak UU Omnibuslaw Cipta Kerja, ''BEM Fakultas Hukum UNBARI Mengecam Keras Tindakan Refresif Aparat.''

Berikan Komentar Anda


Berkomentarlah dengan bijaksana dan dapat di bertanggung jawabkan. Komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE