''Diduga Tidak Profesionalnya Pengajuan Kredit Perumahan Rakyat,'' Konsumen Melanjutkan Ke Ombudsan, YLKI, Dan OJK


Bagikan

Visual Jambi, Tanjab Barat.-Salah seorang warga bernama Lukman Nurohim yang Notabene nya selaku Sekjen KNPI Tanjabbarat merasa kecewa atas kinerja Bank Plat merah salah satu Bank  milik pemerintah Daerah yang berada di Tanjung jabung barat. pasalnya, usaha ia  untuk melakukan permohonan kredit perumahan rakyat (KPR) ditolak dengan dugaan alasan yang kurang tepat. 

 

Rencananya, Lukman ingin mengkredit rumah bersubsidi sama salah satu depelover yang kerja samanya dengan Bank Plat Merah, yakni Bank BPD 9 Jambi Cabang Kualatungkal.

 

Menurut Lukman, semua persyaratan apa yang diminta telah kita lengkapi. Namun anehnya setelah berjalan berapa bulan saya sudah renovasi nambah bangunan tiba-tiba pihak Bank milik pemerintah daerah ini berikan infomasi kepada saya pemohonan kredit saya di tolak dengan alasan yang tidak logis dan rasional.

 

 

"Kalau memang persyaratan saya tidak lengkap kenapa sebelumnya tidak diberitaukan, jadi tidak sampai saya menambah bangunan yang ada. ini setelah kita sudah nambah bangunan baru dikasih tahu, ini artinya sama juga mempermainkan dan bohongi kita. sehingga kita nilai pelayanan administrasi Bank BPD 9 Jambi Cabang Kualatungkal ini buruk tidak profesional," ucapnya kesal.

 

Selain itu dikatakannya, sepertinya KPR Rumah subsidi pemerintah cuma menang program namun masyarakat ekonomi nya seperti saya sulit untuk meliki menikmati rumah subsidi dari pemerintah ini.

 

"Ya hanya isapan jempol belaka program rumah bersubsi pemerintah untuk masyarakat ini. selain syaratnya berbelit-belit pelayanan juga tidak bagus, bukan memudahkan dan membantu masyarakat untuk memiliki rumah. namun sebaliknya untuk kepentingan para oknum cukong," katanya.

 

Masih dikatakan Sekjen KNPI, bagi masyarakat yang tak punya penghasilan tetap dan tidak kenal sama oknum Bank jangan harap dan bermimpi bisa memiliki rumah bersubsidi khususnya di Tanjabbarat.

 

kalau kita punya penghasiln tetap ngapain ambil rumah kridit subsidi kalau di hitung-hitung rugi. ini bukti diduga tidak seriusnya pemerintah melakukan program rumah murah.bagaimana warga ekonominya kebawah mau dapat rumah subsidi kalau rontasinya dijadikan bisnis oleh oknum, padahal program rumah subsidi dari ABPN itu milik semua rakyat," ujarnya.

 

Gimana kita tidak kesal, karena dari awal pihak Bank BPD 9 Jambi Cabang Kualatungkal tidak ada komunikasi dan ketika akan terjadi akad, tidak ada penjelasan dari pihak bank Bahwa penandatanganan itu adalah penandatangan surat persetujuan keredit (Sppk) Seperti yang di jelaskan oleh pihak bank pada hari ini. kita menduga hal ini semacam ada permainan dari pihak bank karna pengajuan permohonan keridit itu di tolak ketika penandatanganan berkas akad telah terjadi, Kalau sudah namanya di foto-foto sudah tandatangan di bank dan di notaris, Itu pasti persetujuan dari Kemenpera sudah keluar.

 

"Setahu saya yang namanya penandatanganan di pihak notaris itu sudah merupakan alat kredit bukan lagi penandatanganan sppk, Logika aja Ketika penandatanganan sppk kenapa harus penandatanganan aktanotaris," ujarnya.

 

terkait persoalan ini kata Sekjen KNPI Tanjab Barat ini, pihaknya tidak akan tinggal diam. "saya akan menyurati YLKI , Obusme dan OJK secara resmi minta melakukan tindakan. Agar jangan ada lagi persoalan ini dialami masyarakat lainnya." ujarnya.

 

Sementara, diwaktu terpisah Dirut Bank BPD 9 Jambi Cabang Kualatungkal terkait hal ini belum berasil dikonfirmasikan.

Pewarta : Bain

Editor     : Red

Artikel Terkait


Komentar Pembaca Berita ''Diduga Tidak Profesionalnya Pengajuan Kredit Perumahan Rakyat,'' Konsumen Melanjutkan Ke Ombudsan, YLKI, Dan OJK

Berikan Komentar Anda


Berkomentarlah dengan bijaksana dan dapat di bertanggung jawabkan. Komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE